Situs Berita Terupdate Paling Joss

Naudzubillah !! Sejoli Penantang Allah Ini Langsung Terkena Azab Saat Itu Juga !!

harris st.
Kisah-kisah para penantang Allah memang tidak terjadi di Indonesia saja. Banyak dari belahan dunia lainnya yang terjadi, manusia seperti ini memang tersebar ke berbagai negara. setelah Kisah Debater Mati Mengenaskan Setelah Menantang Allah, kini ada kisah penantang lainnya yang berasal dari Malaysia.

Tidak hanya seorang, kali ini yang menantang adzab-NYA adalah sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara berani bermaksiat tanpa tau tempat. Begitu ditegur atau dinasehati oleh keluarga dan sahabatnya, bukannya dia tobat ataupun merasa bersalah. Namun kedua pasangan ini membalas nasehat dengan cacian yang menyengat. Tidak jarang para sahabatnya malah diumpat oleh mereka berdua.

Hingga suatu ketika tanggal 16 September 2013, malam hari, setelah pasangan kekasih itu dinasehati, terucap kata-kata dari mereka berdua, "Kalau Tuhan berani, kita jumpa. Tengok sapa lagi kuat!"kata mereka berdua sambil tertawa meremehkan.

Setelah apa yang mereka ucapkan itu, sekitar pukul  23.30 waktu Malaysia, keduanya pergi mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi di pinggir kampungnya.

Seketika terdengar suara hantaman diikuti jeritan rasa sakit yang luar biasa. Ternyata kedua sejoli itu  didapati terpelosok ke bawah truk 16 ban (truk gandeng).

Saksi mata mengatakan bahwa mereka ingin menyalip truk itu dengan kecepatan tinggi, namun mereka tidak melihat datangnya mobil dari arah berlawanan. Kemudian motor mereka oleng dan masuk kedalam kolong truk, tubuh mereka pun digilas truk.

Orang-orang yang berkrumun menyaksikan sejoli ini tewas dengan tubuh hancur digilas truk gandeng muatan penuh. Bahkan saksi melihat hanya tulang-belulang yang tersisa.

Petugas evakuasi yang datang ke lokasi coba memunguti daging berceceran yang menimbulkan bau anyir di tkp itu.

Tubuh keduanya pun hancur digilas oleh truk 16 ban yang penuh muatan.

Sampai di rumah sakit pun mayat yang berupa daging dan potongan tulang-belulang itu dibasuh layaknya cincangan daging, karena memang sudah seperti itu kondisinya.
Setelah itu petugas mengafani mayat itu bak menggulung kue 'dadar gulung' sebelum akhirnya dimasukkan keranda.
Kepada keluarga korban, petugas menyarankan agar keranda jangan dibuka lagi. Kondisinya sangat tidak memungkinkan untuk dipandang. 

Masyarakat setempat akhirnya memakamkan kedua sejoli penantang Allah tersebut secepatnya pada 17 September 2013.
Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua..