Situs Berita Terupdate Paling Joss

Meskipun Calon Suami Kehilangan Kakinya, Perempuan Ini Tetap Bersedia Dinikahi

harris st.
Jika saja seseorang menikah karena kelebihan fisik pasangnya, namun, apakah dia akan menerima pasangannya jika sesuatu terjadi pada anggota tubuh kekasihnya itu ? Sepertinya semua itu akan sulit untuk dilakukan, apalagi ketika tahu kondisi pasangan kehilangan kakinya lantaran harus diamputasi karena kecelakaan. (baca juga : Janji Dinikahi Cowok Tampan di Facebook, TKW Ini Ditipu Puluhan Juta)

Akan tetapi itu semua tidak sulit bagi seorang Yuniar, perempuan yang kini bekerja di Badan Narkotika Nasional Palangkaraya tersebut menjelaskan bahwa Windu adalah orang yang baik, pekerja keras dan sabar. Dan itulah yang semakin memantapkan langkahnya untuk menerima pinangan Windu meskipun kini suaminya tersebut kehilangan kakinya.


“Mungkin fisiknya sudah tidak sama lagi, tetapi hatinya tetap sama, ia adalah orang yang sama,” ungkap Yuniar di sela acara.

Windu dan Yuni akhirnya menggelar pernikahannya yang sederhana di Rumah Sakit. Meskipun begitu, wajah bahagia tetap terpancar dari kedua pasangan dan keluarga yang hadir.

Yuni sangat berterima kasih pada pihak RS yang telah membantu acara pernikahannya di ruang perawatan. Dan agenda kedepan dia akan menemani suaminya selama proses pengobatan, sungguh besar dan lapang hati seorang Yuni.

Kisah cinta mereka berawal ketika sama-sama menempuh pendidikan di SMA Purworejo. Hingga akhirnya mereka mampu bertahan setelah menajalani hubungan tak kurang dari 9 tahun. Sampai suatu ketika sebuah kecelakaan merenggut kaki Windu untuk diamputasi.

Melihat kondisi calon suaminya yang cacat tak lantas melunturkan cinta Yuni pada Windu. Nyatanya, Yuniar tetap menerima, dan mantap menjalani hidup dengan Windu dengan pernikahan. Dengan mas kawin Rp120.316 yang disesuaikan sama tanggal pernikahan, Windu berhasil meminang kekasihnya itu meskipun sebelumnya terpisah jarak antara Purworejo - Palangka Raya.

“Semoga kami bisa menjadi keluarga sakinah, mawadah, wa rahmah,” ujar alumni Diploma 3 Rekam Medis Universitas Gadjah Mada itu.

Kedua orang tua terlihat haru dan bahagia, mereka bisa berserah kepada Allah SWT atas jodoh yang diberikan kepada anaknya. Terlebih untuk orang tua Windu yang merasa bahagia bahwa Yuni dan keluarga mau menerima keadaan putranya itu apa adanya dan tulus.

“Kami terharu karena walaupun sakit, mereka tetap menggelar pernikahan, utamanya kami sangat berterima kasih kepada pihak mempelai perempuan, masih mau menerima Windu dengan apa adanya. Semoga mereka berbahagia,” tuturnya usai memberikan selamat kepada mempelai.

Barakallah.... Semoga mereka menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah..
Mudah-mudahan kisah ini menjadikan kita terinspirasi bahwa cinta sejati tak akan pudar meskipun fisik pasangan sudah berubah.