Situs Berita Terupdate Paling Joss

Cowok Wajib Baca ! Inikah Susahnya Menikahi Janda ?

harris st.
Cinta memang tidak bisa diprediksi, ada yang bilang bahwa mencintai seseorang itu tidak pernah pandang apapun,usia, status sosial, bahkan rupa, sehingga muncullah istilah "Cinta Itu Buta" dan maksud dari buta disini adalah bahwa perasaan itu bisa tumbuh pada siapapun, bagaimanapun tempatnya dan dimanapun berada, bahkan ada yang bilang cinta itu jorok. (baca juga : Inilah Daftar nama Panggilan Romantis Untuk Kekasih Anda)

Tidak jarang pula status pernikahan juga menjadi topik yang selalu berkaitan dengan cinta, lebih tepatnya status janda atau masih perawan, secara fisik keduanya sangat berbeda, bahkan kalau lebih jelas lagi mungkin rasanya juga berbeda, karena kan kalau janda itu sudah pernah turun mesin , sedangkan kalau yang perawan itu belum pernah atau masih utuh.


Nah , jika ada seorang perjaka atau brondong yang mencintai dan bahkan berniat menikahi seorang janda yang sudah mempunyai anak, maka itu bukan sesuatu yang mudah, karena akan ditentang oleh keluarga dan lingkungan terdekat, mereka pasti akan bilang "sudah habiskah perawan di bumi ini ? kemudian "apa sanggup dan rela membiayai anak orang lain ?"

Tidak berhenti disitu, karena yang jelas si janda akan lebih banyak memikirkan masa depan anaknya dibandingkan dengan urusan asmara dirinya dengan si perjaka tersebut.

Beda lagi ceritanya jika orang tua si janda yang membantu kehidupannya dengan anaknya, sementara si perjakanya adalah orang miskin, pasti hubungan itu akan semakin sulit untuk mendapatkan restu , karena orang tua itu akan mengkhawatirkan nasib anaknya kedepannya jika harus menikah dengan si miskin.

Ditambah lagi ,si janda akan fokuskan perhatian pada finansial lelakinya, sementara ketulusan dan cinta seakan diabaikan, karena anaknya akan pasti ditanggung oleh bapak tiri yang baru , yakni si perjaka tadi. Sanggup? Rela Gitu biayain anak orang?

Logikanya adalah, belum apa-apa sudah berat banget tanggung jawab yang harus dipikul oleh si jaka, dan itu sudah terbayang ketika masih asyik-asyiknya dalam suasana cinta.

Dari situ ada 2 sikap yang biasanya diambil oleh si perjaka, yakni mau memperistri si janda sembari menanggung biaya anaknya, atau pelan-pelan mundur lalu lari dari kenyataan sebagai laki-laki pengecut.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa wanita itu kebanyakan memilih lelaki adalah dengan memandang kemampuan finansialnya, apalagi itu seorang janda, beranak pula, maka setiap tindakannya akan semakin dipenuhi dengan perhitungan-perhitungan yang ribet dan berat bagi orang yang akan mendekatinya, kecuali kalau janda itu sudah buta oleh cinta, menerima keadaan calon suaminya dan berusah bersama memperbaiki kehidupan.

Akan tetapo apapun itu cara berpikirnya, yang namanya janda juga butuh dengan cinta, kasih sayang, apalagi kehangatan.

So !, jangan ragu jika kamu emang sudah yakin dengan pilihan tersebut !